icon donasi
Program
icon zakat
Zakat
sedekah lazismu icon mobile
Infaq
icon qurban
Qurban
thumbnail artikel web (5)

Mengapa Nabi Muhammad SAW harus Lahir ?

LAZISMUPATI.ORG — Pada 12 Rabiul Awal 570 M, ketika Nabi Muhammad SAW lahir, berbagai agama besar dunia telah berkembang dan memiliki pengikut, seperti Hindu, Buddha, Jainisme, Konfusianisme, Taoisme, Yudaisme, dan Kristen. Khususnya Kristen, telah berkembang pesat dan membentuk doktrin utamanya melalui Konsili Nicea pada abad ke-4 M dan Konsili Kalsedon pada 451 M. Ketika Nabi Muhammad SAW mulai berdakwah pada 610 M, Kekristenan telah mapan dengan doktrin Trinitas.

Dalam konteks tersebut, Islam hadir membawa pesan universal tentang perdamaian, keadilan, kasih sayang, dan terutama tauhid, yaitu keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Al-Qur’an menegaskan keesaan Allah sekaligus mengakui Nabi Isa AS sebagai utusan Allah, bukan sebagai Tuhan. Dengan demikian, Islam mengajak manusia untuk kembali kepada ajaran tauhid yang murni, yaitu menyembah hanya kepada Allah Yang Maha Esa.

Kondisi Masyarakat Arab Sebelum Kelahiran Nabi Muhammad SAW

chatgpt image 20 agu 2026, 11.09.39

Kondisi sosial masyarakat Arab pra-Islam atau masa jahiliyah masih banyak dipengaruhi oleh adat dan tradisi yang menyimpang dari norma kemanusiaan. Salah satunya adalah rendahnya kedudukan perempuan, termasuk praktik mengubur bayi perempuan hidup-hidup karena dianggap membawa kehinaan dan kesengsaraan. Dalam kehidupan keluarga juga terdapat berbagai bentuk perkawinan yang tidak teratur, seperti praktik pertukaran pasangan, prostitusi, dan mut’ah. Setelah Islam datang, sebagian tradisi tersebut dilarang, sementara beberapa aspek seperti perkawinan, perceraian, waris, dan mahar kemudian diatur dan disempurnakan dalam hukum Islam.

Selain itu, perbudakan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Arab pra-Islam. Para budak umumnya diperlakukan secara tidak manusiawi dan dianggap sebagai pelayan atau pekerja yang berada di bawah kekuasaan pemiliknya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kehidupan sosial masyarakat saat itu masih sangat dipengaruhi oleh status, kekuasaan, dan adat yang berlaku di masing-masing kelompok.

Kehadiran Nabi Muhammad SAW dan Refleksi Maulid Nabi Setiap Tahun

Kehadiran Nabi Muhammad SAW banyak membawa perubahan bagi Jazirah arab, mulai dari peraturan mengenai hak hidup bagi anak perempuan, pemberian hak waris bagi anak perempuan, pembebasan budak, pembatasan poligami (sebelum Islam poligami dan poliandri terjadi secara berlebihan), kepedulian dan menghindarkan anak yatim dari tindakan sewenang-wenang.

Berikut adalah Dampak Fondasi Zaman Rasulullah Terhadap Peradaban Pasca-Kerasulan :

  • Keberlanjutan Tauhid dan Tradisi Keilmuan

    Konsep monoteisme murni yang kokoh pasca-penghancuran berhala menjadikan Ka’bah sebagai pusat peradaban universal. Al-Qur’an dan Sunnah yang ditinggalkan Rasulullah menjadi pedoman utama yang mengarahkan pembentukan madzhab, kodifikasi hukum, dan perkembangan ilmu tafsir serta hadis oleh para sahabat dan generasi penerus.

  • Evolusi Hukum dan Tata Kelola Berbasis Kesetaraan

    Sistem hukum berbasis wahyu menggantikan hukum adat kesukuan secara permanen. Prinsip Qisas, pemaafan, serta kesetaraan di hadapan hukum menjadi fondasi utama tata kelola pemerintahan kekhalifahan setelahnya, membuang tradisi balas dendam antar-suku yang tidak terbatas.

  • Institusionalisasi Hak Sosial dan Perlindungan Perempuan

    Pengakuan hak waris, pembatasan poligami, perlindungan anak perempuan, serta keabsahan akad nikah menjadi norma sosial baru yang terus mengakar. Reformasi ini mengubah struktur keluarga dan mengangkat derajat perempuan secara berkelanjutan dalam masyarakat Muslim pasca-Kerasulan.

  • Strukturasi Sistem Ekonomi Syariah dan Kesejahteraan

    Pengharaman riba dan penegakan keadilan dalam timbangan melahirkan sistem perdagangan yang lebih etis. Keberadaan lembaga zakat dan mekanisme redistribusi harta yang adil menjadi pilar utama dalam penanganan kemiskinan dan pengelolaan kas negara (Baitul Mal) pada masa-masa kepemimpinan selanjutnya.

Semoga dengan adanya dampak baik dari kehadiran Nabi Muhammad SAW, dapat menjadi refleksi kita dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW sehingga dapat meneladani akhlaknya, bersholawat atasnya, serta mensyukuri kehadiran beliau yang memperbaiki banyak sekali tatanan masyarakat dalam kehidupan menjadi Rahmatan lil alamin.

Dan bagi Sobat Lazismu yang hendak bersedekah dan berinfak untuk kebencanaan NTT dapat melalui link bit.ly/peduligempantt

Referensi :

https://suaramuhammadiyah.id/,”Makkah Sebelum Islam (Serial Kehidupan Rasulullah SAW)”,https://suaramuhammadiyah.id/read/makkah-sebelum-islam-serial-kehidupan-rasulullah-saw,diakses pada Kamis, 20 Agustus 2026.

cahayaraudhah.co.id,”Perbedaan Jazirah Arab Ketika Zaman Jahiliyah dan Zaman Rasulullah”,https://cahayaraudhah.co.id/perbedaan-jazirah-arab-zaman-jahiliyah-dan-rasulullah/,diakses pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Chamidah,Nur.(2024). Kondisi alam dan social budaya Jazirah Arab sebelum kedatangan Islam. Maliki Interdisciplinary Journal, Volume 2, Issue 5,2024 pp.704-705.https://urj.uin-malang.ac.id/index

Share :