LAZISMUPATI.ORG — Dalam rukun iman ke lima, kita diajarkan untuk mengimani adanya hari akhir atau hari kiamat. Hari kiamat sendiri terbagi menjadi dua , yaitu kiamat sugra (kecil) dan kiamat besar (besar). Adanya bencana alam dan meninggalnya makhluk Allah Swt merupakan bagian dari kiamat sugra. Dan kiamat sugra juga menandakan dekatnya dengan kedatangan kiamat kubro, yaitu rusaknya seluruh alam semesta.
Bencana Alam di Akhir Zaman dan Refleksi Diri Dalam Bersiap di Segala Situasi
Adanya kiamat sugra adalah pertanda bahwa masih ada kesempatan untuk sebagian manusia lainnya untuk berbenah diri, bertaubat dan bersiap untuk akhir yang terbaik yaitu husnul khotimah. Karena baik akan menyaksikan kiamat atau tidak, sebagai umat manusia sudah ditakdirkan untuk berakhir atau meninggal yang tidak pernah tau kapan datang waktunya.

Banyaknya bencana alam yang terjadi di dalam negeri dan luar negeri belakangan ini seperti gempa bumi, banjir, longsor, kebakaran hutan, hingga cuaca ekstrem dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan memaksa kita untuk segera mengungsi demi keselamatan. Hal tersebut adalah teguran keras sekaligus mengetuk hati setiap hamba Allah agar sadar, ingat dan bersiap. Tidak hanya terus menerus merasa beruntung karena tidak berada di lokasi bencana, juga tidak mengelak bahwa bencana besar seperti bencana megathrust yang sering diberitakan akhir-akhir ini masih lama terjadi sehingga kita merasa masih bisa bersantai-santai. Namun juga bukan berarti harus panik dan terburu-buru. Namun berfikir dan bertindak dengan tenang dan bijaksana.
Maka yang semestinya kita lakukan adalah menyadari bahwa bencana alam bisa datang kapan saja dan dimana saja, maka kita harus berikhtiar sekuat tenaga untuk tetap memiliki optimisme hidup serta bersiap-siap dengan datangnya bencana alam.
Adapun ikhtiar untuk mempersiapkan kedaaan darurat bisa di mulai dengan mengisi tas siaga bencana yang bisa dimiliki oleh masing-masing anggota keluarga yang berisikan :
1. Dokumen Penting dalam Wadah Kedap Air
Tas siaga bencana sebaiknya memuat dokumen penting seperti kartu identitas (KTP atau paspor), Kartu Keluarga, surat-surat berharga (sertifikat rumah, surat tanah, atau surat kendaraan), ijazah, akta kelahiran, serta buku tabungan yang disimpan dalam wadah kedap air.
2. Air Minum
Siapkan air minum yang dapat mendukung kebutuhan selama kurang lebih tiga hari dalam situasi darurat atau masa evakuasi.
3. Persediaan Makanan Praktis
Tas siaga bencana juga perlu diisi makanan praktis yang tahan lama dan mudah dikonsumsi, seperti mi instan, biskuit, abon, cokelat, atau makanan siap saji lainnya yang dapat mencukupi kebutuhan selama tiga hari.
4. Pakaian Bersih untuk Tiga Hari
Persiapkan pakaian bersih yang cukup untuk tiga hari, termasuk pakaian dalam, jaket, selimut tipis, dan jas hujan.
5. Obat-obatan dan Kotak P3K
Bawa obat-obatan pribadi yang rutin dikonsumsi, obat umum seperti penurun panas, serta kotak P3K yang berisi perban, antiseptik, dan plester luka.
6. Alat Bantu Penerangan
Pastikan tas siaga bencana memuat alat bantu penerangan seperti senter, head lamp, lilin, dan korek api untuk membantu aktivitas saat aliran listrik terganggu.
7. Uang Tunai
Sediakan uang tunai secukupnya sebagai antisipasi dalam kondisi darurat. Sebaiknya gunakan pecahan kecil agar lebih mudah digunakan saat diperlukan.
8. Peluit
Siapkan peluit sebagai alat bantu untuk meminta pertolongan atau memberi sinyal kepada petugas dan orang lain saat berada dalam situasi darurat.
9. Masker
Masker dapat membantu melindungi diri dari debu, asap, maupun partikel lain yang berpotensi mengganggu sistem pernapasan selama masa evakuasi.
10. Perlengkapan Mandi
Bawa perlengkapan mandi dasar seperti sabun, sikat gigi, pasta gigi, dan perlengkapan kebersihan pribadi lainnya.
11. Radio atau Ponsel
Lengkapi tas siaga bencana dengan alat komunikasi seperti radio atau ponsel untuk memantau perkembangan informasi terkait bencana. Siapkan pula charger, baterai cadangan, dan power bank agar perangkat tetap dapat digunakan saat dibutuhkan.
Mempersiapkan Keteguhan Iman,Taqwa, dan Ketenangan Mental
Selain mempersiapkan persiapan fisik atau duniawi, hendaknya kita juga melakukan persiapan terbaik dalam hal keimanan dan juga ketenangan mental. Memperkuat zikir-zikir pagi dan petang, mengurangi kegiatan yang tidak perlu dan pengeluaran keuangan yang tidak perlu, memperbanyak mensyukuri nikmat Allah Swt yang masih bisa kita rasakan, mensyukuri setiap detik kebersamaan dengan keluarga dan orang-orang tersayang, mensyukuri pekerjaan yang masih dimiliki.
Selain itu ada juga tuntunan dalam menghadapi bencana alam menurut Al-Quran.
1. Sabar dan Terus Jadikan Allah Satu-Satunya Sandaran
Dalam situasi bencana, Al-Qur’an tidak mengajarkan kepanikan, tetapi ketenangan yang lahir dari keyakinan. Sabar bukan berarti diam tanpa usaha, melainkan kemampuan menjaga hati agar tetap terarah di tengah kekacauan.
2. Doa + Ikhtiar = Jalan Terbuka
Al-Qur’an mendorong umatnya untuk bergerak dan berusaha, bukan sekadar menunggu keajaiban. Menghadapi bencana berarti bersiap, waspada, dan mengambil langkah nyata untuk terus bertahan.
“Dan bersiaplah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi…”
(QS. Al-Anfal: 60)
3. Tumbuhkan Rasa Saling Menolong
Di tengah situasi yang tak kunjung jelas, air masih menggenang, lumpur masih tinggi, bantuan masih terbatas, Islam mengajarkan manusia untuk tidak berjalan sendirian. Ada kewajiban sosial yang kuat untuk bisa saling menopang.
4. Menjaga Nyawa Sendiri Adalah Prioritas
Dalam Islam, menyelamatkan jiwa manusia adalah prioritas utama.
5. Hidupkan Doa dan Istighfar di Tengah Ujian
Saat segala hal terasa rapuh, Al-Qur’an mengajak manusia untuk kembali merapat kepada Allah Swt. Doa bukan tanda lemahnya manusia, tetapi bentuk kekuatan batin yang paling dalam.
6. Ringankan Beban Mereka yang Terdampak
Islam mengangkat derajat orang-orang yang membantu saat masa sulit. Bukan hanya para korban yang mulia, tetapi juga tangan-tangan yang memilih untuk saling menguatkan.
7. Ambil Hikmah dan Perbaiki Diri
Al-Qur’an mengajarkan bahwa bencana tidak selalu hadir sebagai hukuman. Ia bisa menjadi cara Allah menggugah kesadaran, menghidupkan empati, dan meluruskan arah hidup manusia.
Dengan menyiapkan sebaik-baiknya persiapan, maka kita akan lebih tenang dan lebih siap menghadapi segala macam ketidakpastian alam dan bumi yang semakin menua.
Sobat Lazismu dapat menyalurkan donasi bencana alam melalui Lazismu Pati dengan klik link donasibencanalam .
Referensi :
https://www.prudentialsyariah.co.id,”Tas Siaga Bencana: Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?”,https://www.prudentialsyariah.co.id/id/wujudkan-keberkahan/article/tas-siaga-bencana-apa-saja-yang-perlu-dipersiapkan/,diakses pada Sabtu, 17 Oktober 2026
https://www.dompetdhuafa.org,”7 Tuntunan Menghadapi Bencana dalam Al-Qur’an, Menjaga Diri Adalah Prioritas”,https://www.dompetdhuafa.org/tuntunan-menghadapi-bencana/,diakses pada Sabtu, 17 Oktober 2026


