LAZISMUPATI.ORG — Semangat menyambut bulan suci terasa dalam kegiatan Safari Zakat Ramadhan yang disampaikan pada Kajian Ahad Pagi, Minggu, 22 Februari 2026, pukul 06.00–08.00 WIB di Masjid Moch Dahlan Pati. Kegiatan ini menghadirkan Dr. H. Ahmad Furqon, Lc., M.A., Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, dan dihadiri jamaah yang memadati masjid sejak pagi hari.
Ramadhan adalah momen mendekatkan diri kepada Al-Qur’an
Acara dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pati, Muhammad Luqman, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Ramadhan adalah momen terbaik untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. “Ramadhan menjadi kesempatan emas bagi kita untuk kembali menguatkan interaksi dengan Al-Qur’an, baik melalui tilawah, tadabbur, maupun pengamalan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Memasuki sesi inti, Dr. Ahmad Furqon menekankan pentingnya memaknai ibadah secara menyeluruh, tidak terbatas pada momentum Ramadhan saja. Ia menyampaikan, “Allah ada di setiap yang ada, tidak terbatas saat Ramadhan, maka hendaknya ibadah kita juga maksimal di luar Ramadhan.” Pesan tersebut mengingatkan jamaah bahwa konsistensi ibadah menjadi kunci dalam menjaga kualitas keimanan sepanjang tahun.
Zakat Sejajar dengan Sholat
Dalam kajian bertema zakat ini, beliau juga menegaskan kedudukan zakat yang sejajar dengan sholat sebagai rukun Islam. “Perhatian kita terhadap zakat hendaknya sama dengan perhatian kita terhadap sholat,” tegasnya. Menurutnya, masih banyak umat Islam yang sangat menjaga sholat lima waktu, namun belum sepenuhnya memiliki kesadaran yang sama terhadap kewajiban zakat.
Ia menambahkan, “Zakat adalah ibadah harta.” Artinya, zakat bukan sekadar aktivitas sosial atau bentuk kepedulian, melainkan ibadah yang memiliki dimensi spiritual yang kuat. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga menumbuhkan keberkahan dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Kajian berlangsung interaktif. Jamaah terlihat antusias menyimak materi dan aktif mengajukan pertanyaan, khususnya seputar hukum dan teknis zakat, perhitungan zakat maal, serta keterkaitan antara puasa dan zakat di bulan Ramadhan. Diskusi yang hangat menunjukkan meningkatnya kesadaran umat untuk memahami zakat secara lebih mendalam dan benar.

Melalui Safari Zakat Ramadhan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya zakat semakin tumbuh, tidak hanya sebagai kewajiban musiman, tetapi sebagai bagian dari komitmen ibadah sepanjang hayat. Momentum Ramadhan pun menjadi penguat untuk membangun kepedulian, ketakwaan, dan kebermanfaatan bagi sesama.
Zakat dan Infak dengan mudah melalui lazismupati.org




